Aaron
King ( Episode 1 )
Malam itu cuaca di kota Zamrud
sangat dingin, tetapi tidak di dalam Kerajaan , karena telah lahir anak kedua
dari pasangan Yang mulia King Aaron I dan Queen Quenny yaitu Prince John Aaron
II. Kebahagiaan menyelimuti seluruh Kerajaan. Sang Raja keluar kamar dan Naik
ke atas singgasananya. “Untuk seluruh rakyatku, aku akan menyampaikan berita
gembira kepada kalian!, Bahwa penerusku Prince John Aaron II telah lahir ke
dunia ini!!”. Sontak satu Istana bersorak ramai menyambut kelahiran sang
pangeran , sang penerus Kerajaan, Sang pemimpin mereka di masa depan Prince
John Aaroon II. Kemudian salah satu dari rakyat yang sedang berpesta itu maju
ke singgasana dan membungkuk kepada raja seraya berbicara “ Baginda , izinkan
hamba dan semua orang orang yang ada di Istana ini Mendoakan yang mulia
Pangeran Aaron II”. Kemudian sang Raja mengangguk. Rakyat ini adalah Pemuka
Agama di daerah Zamrud. “Semuanya mohon perhatikan, hari ini adalah hari
bahagia karena anak dari raja kita, pemimpin kita Raja Aaron I telah lahir!!,
mari kita doakan semoga sang pangeran sehat selalu, diberikan umur yang panjang
, diberikan kekuatan untuk memimpin kerajaan ...”, Aamiin”, semua warga
meng”aamiin” kan doa pemuka agama tersebut dan kemudian mereka kembali berpesta.
Seluruh makanan terbaik dari Koki – Koki terbaik di kota Zamrud telah
disiapkan. Semua orang yamg ada di dalam Istana menyantap makanan makanan –
makanan yang telah disediakan dengan lahap. Kebahagiaan sejati menyelimuti
Kerajaan Zamrud. Keadaan ini berbanding terbalik dengan keadaan di negara
Barbovas. Negara ini sedang dijajah oleh kerajaan Zamrud yang sedang berpesta
karena kelahiran sang pangeran. Kerajaan Barbovas dipimpin oleh King Arthur.
Mereka disiksa dengan kejam oleh prajurit prajurit dan panglima perang Kerajaan
Zamrud. “tuan , tolong saya tuan saya sangat lapar “ salah satu warga kerajaan
Barbovas yang sangat lapar meminta makanan. “ DIAM KAU BODOH, KAU PIKIR HANYA
KAU YANG LAPAR DISINI ! “ bentak prajurit kerajaan Zamrud. Kemudian si warga
pun kembali ketempat karena sudah tidak tahu harus bagimana lagi dan dia pun
sangat takut kepada prajurit tersebut
Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar